Memahami cara menentukan sampel skripsi dimulai dengan menetapkan siapa yang diteliti, bagaimana peserta dipilih, dan berapa data yang dibutuhkan. Ketiga keputusan tersebut perlu mengikuti pertanyaan penelitian kamu. Namun, jumlah sampel dan teknik sampling merupakan keputusan berbeda yang harus saling sesuai. Rumus ukuran sampel tidak bisa memperbaiki cara memilih peserta yang keliru. Selain itu, jumlah orang yang diundang belum tentu sama dengan jumlah data yang akhirnya dianalisis. Panduan di bawah ini menjelaskan urutan keputusan, pemeriksaan daftar populasi, contoh perhitungan, serta cara melaporkannya dalam skripsi. Kamu juga bisa membedakan prosedur untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Cara Menentukan Sampel Skripsi Dimulai dari Tujuan Penelitian
Kamu perlu menyusun alur keputusan berdasarkan tujuan dan analisis sebelum mencari rumus. Misalnya, mengestimasi proporsi pengguna fasilitas kampus membutuhkan dasar berbeda dari memahami pengalaman pengguna.

Bedakan keputusan tentang jumlah dan pemilihan peserta
Ukuran sampel menjawab berapa unit yang dibutuhkan, sementara teknik sampling menjelaskan bagaimana unit dipilih. Dengan demikian, keduanya perlu direncanakan bersama.
- Tetapkan tujuan penelitian dan informasi yang dicari.
- Kenali populasi yang sesuai dengan tujuan.
- Pilih teknik sampling berdasarkan kondisi populasi.
- Tentukan ukuran sampel sesuai analisis.
- Siapkan pelaporan prosedur dan hasil rekrutmen.
Sesuaikan pendekatan dengan pertanyaan penelitian
Perbedaan metodologi kuantitatif dan kualitatif berkaitan dengan asumsi, pengetahuan, dan informasi yang dicari. Karena itu, kamu perlu memilih pendekatan berdasarkan pertanyaan penelitian.
| Pendekatan | Tujuan | Dasar pemilihan peserta | Alasan kecukupan |
|---|---|---|---|
| Kuantitatif | Mengestimasi parameter atau menguji hipotesis | Desain dan populasi yang ditetapkan | Ketelitian estimasi atau power yang direncanakan |
| Kualitatif | Memahami pengalaman, proses, atau makna | Pengalaman yang relevan dengan pertanyaan | Kedalaman dan kecukupan informasi |
Tidak semua penelitian kuantitatif wajib memakai probability sampling. Namun, teknik yang dipilih memengaruhi batas generalisasi hasilnya. Kamu bisa membaca cara menentukan metode penelitian skripsi untuk menyesuaikan tujuan dan pendekatan.
Tetapkan Populasi, Unit Analisis, dan Kriteria Responden
Dalam cara menentukan sampel skripsi, populasi harus memiliki batas yang jelas. Misalnya, kamu meneliti mahasiswa aktif pada satu fakultas dalam semester tertentu.
Bedakan populasi target dan populasi terjangkau
Populasi target adalah kelompok yang ingin kamu jelaskan melalui penelitian. Sementara itu, populasi terjangkau adalah kelompok yang bisa dijangkau dalam pelaksanaan penelitian.
| Istilah | Pertanyaan pemeriksaan | Contoh penerapan |
|---|---|---|
| Populasi target | Siapa yang ingin dijelaskan? | Mahasiswa aktif fakultas pada semester penelitian |
| Populasi terjangkau | Siapa yang dapat dijangkau? | Mahasiswa dalam cakupan akses penelitian |
| Unit analisis | Unit apa yang dianalisis? | Setiap mahasiswa |
| Kerangka sampel | Daftar apa yang dipakai memilih unit? | Daftar mahasiswa aktif yang sudah diperiksa |
Kamu perlu membedakan pemberi jawaban dan unit analisis. Contohnya, seorang pengelola dapat memberikan data tentang organisasi, sementara organisasi menjadi unit yang dianalisis.
Periksa kriteria serta kerangka sampel
Pemeriksaan kerangka sampel sebelum memilih responden membantu kamu menemukan nama ganda, anggota yang terlewat, atau status yang sudah berubah. Untuk sampling acak, kerangka sampel diperlukan sebagai dasar pemilihan unit.
- Tetapkan batas tempat dan waktu penelitian.
- Susun kriteria inklusi dan eksklusi.
- Periksa kelengkapan serta pembaruan daftar anggota.
- Bersihkan duplikasi sebelum melakukan pemilihan.
Kriteria inklusi menetapkan siapa yang memenuhi syarat, sedangkan kriteria eksklusi menjelaskan pengecualian dengan alasan metodologis. Namun, responden yang sulit dihubungi tidak otomatis boleh dikeluarkan dari populasi. Kamu perlu mencatat kendala tersebut sebagai masalah rekrutmen.
Pilih Teknik Pengambilan Sampel Sesuai Kondisi Lapangan
Cara menentukan sampel skripsi perlu mempertimbangkan akses lapangan dan tujuan generalisasi. Selain itu, prosedur memilih peserta harus bisa dijelaskan dan dilakukan secara konsisten.

Bandingkan probability dan non-probability sampling
Pada probability sampling, peluang pemilihan unit dapat ditentukan melalui desain. Sebaliknya, non-probability sampling tidak memberikan dasar peluang pemilihan yang sama untuk generalisasi berbasis desain.
| Teknik | Kondisi yang sesuai | Kebutuhan kerangka | Keterbatasan |
|---|---|---|---|
| Simple random | Unit dipilih secara acak dengan peluang sama | Daftar lengkap unit yang memenuhi syarat | Memerlukan daftar yang akurat |
| Stratified random | Kelompok penting perlu terwakili melalui rancangan | Daftar unit beserta kategori strata | Alokasi dan analisis harus mengikuti desain |
| Cluster | Pemilihan dimulai dari kelompok | Daftar kelompok, lalu unit sesuai tahap | Ketelitian dipengaruhi pengelompokan |
| Purposive | Peserta memiliki pengalaman atau ciri substantif tertentu | Informasi untuk memeriksa kriteria | Generalisasi statistik berbasis desain terbatas |
| Convenience | Peserta dipilih karena mudah dijangkau | Tidak mensyaratkan daftar lengkap | Rentan terhadap bias pemilihan |
Kamu perlu menjelaskan kriteria purposive secara terbuka. Sementara itu, pemilihan cluster membutuhkan pelaksanaan dan perhitungan ketelitian yang mengikuti desain kelompok.
- Periksa apakah penelitian membutuhkan generalisasi ke populasi.
- Cek ketersediaan dan mutu kerangka sampel.
- Pertimbangkan kelompok penting yang perlu terwakili.
- Pilih prosedur pemilihan yang dapat dilaksanakan.
Kamu perlu menjelaskan pemilihan unit secara operasional. Jangan menyebut penyebaran tautan kuesioner terbuka sebagai sampling acak. Selain itu, random sampling berbeda dari random assignment ke kelompok eksperimen.
Tentukan kapan sensus masuk akal
Kamu bisa mempertimbangkan sensus ketika seluruh unit yang didefinisikan dapat diteliti. Namun, mengundang seluruh populasi belum menjamin semua unit memberikan data. Realisasi partisipasi tetap perlu dicatat agar cakupan penelitian jelas.
Tentukan Ukuran Sampel dan Rumus yang Sesuai
Dalam cara menentukan sampel skripsi, dasar perhitungan mengikuti tujuan analisis. Karena itu, kamu perlu mengetahui parameter atau hipotesis yang akan diperiksa.
| Tujuan | Dasar perhitungan | Informasi yang diperlukan |
|---|---|---|
| Estimasi proporsi | Ketelitian estimasi | Confidence level, proporsi, margin of error, populasi |
| Hubungan atau perbedaan | Power analysis | Effect size, alpha, power, jenis uji |
| SEM | Kebutuhan model yang direncanakan | Struktur model, kekuatan parameter, data hilang |
Rumus untuk estimasi proporsi
Untuk estimasi proporsi melalui simple random sampling, rumus pendekatan ukuran awal adalah:
n0 = Z² × p × (1 − p) / d²
Selanjutnya, koreksi populasi terbatas untuk pemilihan tanpa pengulangan adalah:
n = n0 / [1 + (n0 − 1) / N]
Z adalah nilai kritis sesuai confidence level, sedangkan p merupakan perkiraan proporsi. d adalah margin of error absolut. N merupakan ukuran populasi, n0 ukuran awal, dan n ukuran setelah koreksi. Namun, rumus tersebut tidak berlaku universal untuk semua penelitian.
Dasar ukuran sampel untuk pengujian hipotesis
Kamu perlu menentukan effect size, alpha, power, dan jenis uji untuk menghitung kebutuhan pengujian hipotesis. Misalnya, pengujian perbedaan dua kelompok membutuhkan informasi tentang pembagian peserta antarkelompok.
Penyesuaian kebutuhan sampel untuk model SEM perlu mengikuti model yang direncanakan. Studi kebutuhan ukuran sampel untuk SEM menunjukkan pengaruh karakteristik model, kekuatan parameter, dan data hilang. Karena itu, kamu perlu menilai kebutuhan model secara spesifik. Jangan memakai satu angka minimum untuk seluruh model SEM.
Batas penggunaan Slovin dan tabel ukuran sampel
Rumus Slovin yang sering ditemui, yaitu:
n = N / (1 + N × e²)
Di sini, e berarti toleransi ketidaktelitian. Kamu bisa mempelajari rumus Slovin dan tabel Krejcie-Morgan dalam modul Metode Sampling. Namun, penerapannya perlu memeriksa asumsi desain dan tujuan estimasi. Jangan menyamakan e dengan seluruh sumber kesalahan penelitian. Rumus dan tabel tersebut belum tentu sesuai untuk pengujian hipotesis atau SEM.
Contoh Menentukan Sampel Skripsi sampai Target Undangan
Contoh cara menentukan sampel skripsi berikut memakai kasus hipotetis. Misalnya, kamu ingin mengestimasi proporsi pengguna fasilitas kampus dari 1.000 mahasiswa yang memenuhi syarat.

Hitung kebutuhan respons yang dapat dianalisis
Asumsi contoh, yaitu simple random sampling tanpa pengulangan, confidence level 95%, Z = 1,96, p = 0,5, dan d = 0,05. Nilai d tersebut berarti lima poin persentase.
- Hitung ukuran awal: 1,96² × 0,5 × 0,5 / 0,05² = 384,16.
- Terapkan koreksi: 384,16 / [1 + (384,16 − 1) / 1.000] ≈ 277,74.
- Bulatkan ke atas menjadi 278 respons yang dapat dianalisis.
- Tentukan target undangan berdasarkan perkiraan respons layak analisis.
| Tahap | Hasil | Makna |
|---|---|---|
| Ukuran awal | 384,16 | Sebelum koreksi populasi terbatas |
| Setelah koreksi | Sekitar 277,74 | Memperhitungkan populasi 1.000 mahasiswa |
| Kebutuhan akhir | 278 | Respons yang dapat dianalisis |
| Target undangan | 348 | Menggunakan asumsi respons layak analisis 80% |
Sesuaikan target undangan dengan perkiraan respons
Perbedaan sampel dianalisis dan target undangan perlu terlihat sejak perencanaan. Jika respons layak analisis diperkirakan 80%, target undangan adalah pembulatan ke atas dari 278 / 0,80, yaitu 348.
Angka 80% merupakan asumsi ilustratif. Karena itu, kamu perlu mencari dasar yang sesuai sebelum menggunakannya dalam penelitian nyata. Kamu bisa mengacak kerangka sampel tanpa pengulangan untuk memilih 348 undangan.
Selanjutnya, kamu perlu membedakan undangan terkirim, respons masuk, respons yang memenuhi syarat, dan data akhir yang dianalisis. Respons masuk dapat berisi jawaban tidak lengkap atau peserta yang ternyata tidak memenuhi kriteria.
Kamu bisa memeriksa kesalahan pengumpulan data dan solusinya ketika menyusun pemeriksaan respons. Namun, tambahan undangan tidak otomatis mengatasi nonresponse bias atau kerangka yang tidak lengkap. Ketelitian contoh perhitungan tetap bergantung pada asumsi sampling dan respons yang terpenuhi.
Tentukan Informan untuk Penelitian Kualitatif
Cara menentukan sampel skripsi kualitatif mengikuti pengalaman dan informasi yang dibutuhkan. Karena itu, contoh rumus proporsi sebelumnya tidak menjadi dasar untuk menetapkan jumlah informan.
Pilih informan berdasarkan pengalaman yang relevan
Kamu perlu memilih informan yang memiliki pengetahuan atau pengalaman sesuai pertanyaan penelitian. Misalnya, penelitian pengalaman menggunakan fasilitas kampus dapat melibatkan pengguna dengan pola penggunaan berbeda.
- Tentukan pengalaman yang relevan dengan pertanyaan penelitian.
- Susun variasi informan yang perlu dipahami.
- Lakukan pengumpulan data dan analisis sesuai pendekatan.
- Evaluasi kecukupan informasi selama proses penelitian.
Contoh alasan pemilihan informan: penelitian melibatkan mahasiswa yang rutin dan sesekali menggunakan fasilitas kampus. Variasi tersebut dipilih agar pengalaman penggunaan yang berbeda dapat dipahami. Selanjutnya, informasi dari wawancara dievaluasi sesuai fokus dan pendekatan analisis.
Jelaskan alasan kecukupan informasi
Kamu bisa menjelaskan saturation apabila konsep tersebut sesuai dengan pendekatan yang dipakai. Jangan menjadikannya syarat seragam seluruh penelitian kualitatif.
Alasan kecukupan perlu mengikuti tujuan, kedalaman data, pendekatan analisis, dan variasi pengalaman peserta. Dengan demikian, keputusan menghentikan rekrutmen memerlukan alasan yang bisa dijelaskan. Tidak ada angka minimum informan yang berlaku untuk semua rancangan.
Jika kamu masih menimbang pendekatan, pembahasan perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif bisa membantu. Namun, keputusan akhir perlu mengikuti pertanyaan penelitian dan informasi yang ingin diperoleh.
Tulis Rencana dan Realisasi Penelitian dalam Bab III
Pelaporan rencana dan realisasi dalam Bab III membantu pembaca menelusuri cara menentukan sampel skripsi kamu. Namun, penempatan realisasi tetap mengikuti pedoman kampus.
- Jelaskan populasi dan batas penelitian.
- Tulis kriteria inklusi serta eksklusi.
- Uraikan teknik pemilihan unit.
- Cantumkan dasar ukuran sampel dan asumsi.
- Jelaskan prosedur rekrutmen serta pemeriksaan data.
| Unsur pelaporan | Isi yang diperlukan | Contoh singkat |
|---|---|---|
| Populasi | Tempat, waktu, dan status anggota | Mahasiswa aktif fakultas pada semester penelitian |
| Kerangka sampel | Sumber dan pemeriksaan daftar | Daftar akademik tanpa duplikasi |
| Teknik | Prosedur pemilihan unit | Pengacakan tanpa pengulangan |
| Ukuran | Rumus, asumsi, dan pembulatan | 278 respons layak analisis |
| Rekrutmen | Undangan dan tindak lanjut | Target 348 undangan |
Template paragraf metode yang bisa disesuaikan
Populasi penelitian direncanakan mencakup 1.000 mahasiswa aktif yang memenuhi kriteria pada semester penelitian. Kerangka sampel menggunakan daftar akademik yang telah diperiksa status dan duplikasinya. Selanjutnya, 348 mahasiswa akan dipilih melalui pengacakan tanpa pengulangan. Kebutuhan data adalah 278 respons layak analisis berdasarkan estimasi proporsi dan koreksi populasi terbatas. Target undangan menggunakan asumsi respons layak analisis 80%.
Kamu harus menyesuaikan template dengan proses yang benar-benar dilakukan. Dalam proposal, kamu menjelaskan rencana; sementara itu, laporan akhir perlu menyampaikan realisasi. Kamu perlu melaporkan undangan, respons masuk, data yang dikeluarkan beserta alasan, dan data yang dianalisis.
Checklist konsistensi sebelum konsultasi pembimbing
- Periksa konsistensi nama populasi dan unit analisis.
- Cocokkan kriteria dengan kerangka sampel.
- Cocokkan teknik dengan prosedur pemilihan.
- Periksa asumsi, rumus, dan pembulatan.
- Cocokkan alur respons dengan jumlah data akhir.
Kamu bisa menyiapkan rancangan untuk diskusi melalui bimbingan skripsi, tesis, dan disertasi. Selain itu, jika membutuhkan pemeriksaan kesesuaian analisis, kamu bisa mendiskusikan rancangan tersebut melalui jasa olah statistika.
FAQ tentang Jumlah Responden dan Pemilihan Metode
Pertanyaan berikut merangkum keputusan dalam cara menentukan sampel skripsi. Namun, jawaban akhirnya tetap perlu disesuaikan dengan rancangan penelitian kamu.
Berapa jumlah sampel skripsi saya?
Jumlahnya mengikuti tujuan, desain, karakteristik populasi, dan analisis yang direncanakan. Pertama, kamu perlu menetapkan apakah penelitian mengestimasi parameter, menguji hipotesis, atau menggali pengalaman. Setelah itu, kamu bisa menghitung kebutuhan atau menjelaskan kecukupan informasi menggunakan dasar yang sesuai, seperti pada bagian ukuran sampel.
Rumus apa yang harus digunakan?
Kamu perlu memilih dasar perhitungan sesuai parameter yang diestimasi atau hipotesis yang diuji. Misalnya, rumus proporsi relevan untuk estimasi proporsi dengan asumsi yang sesuai. Sebaliknya, pengujian hubungan membutuhkan perhitungan berdasarkan power dan effect size. Jangan memilih rumus hanya karena mudah dihitung atau sering dipakai.
Apakah semua responden harus diteliti?
Seluruh populasi tidak selalu harus diperiksa karena penelitian dapat menggunakan sampling. Kamu bisa memilih sensus apabila semua unit yang didefinisikan akan diteliti. Namun, undangan kepada seluruh populasi belum berarti seluruhnya memberikan data. Kamu tetap perlu melaporkan siapa yang merespons dan berapa data yang dapat dianalisis.
Teknik sampling apa yang cocok?
Teknik yang cocok mengikuti tujuan generalisasi, kerangka sampel, dan kondisi lapangan. Misalnya, daftar lengkap memungkinkan simple random sampling, sedangkan kebutuhan memahami pengalaman tertentu dapat mendukung purposive sampling. Kamu perlu menjelaskan prosedur pemilihan secara terbuka. Jangan menyebut pemilihan acak apabila peserta masuk melalui tautan terbuka.
Berapa jumlah sampel minimal untuk skripsi?
Tidak ada angka minimum universal untuk seluruh skripsi, bahkan ketika dua penelitian menggunakan analisis serupa. Kebutuhan dapat berbeda karena effect size, ketelitian, model, atau data hilang. Karena itu, kamu perlu memberikan alasan metodologis yang spesifik. Jumlah yang sering digunakan penelitian lain belum tentu sesuai untuk rancangan kamu.
Kesimpulan
Cara menentukan sampel skripsi menghubungkan tujuan, populasi, teknik pemilihan, dan kebutuhan analisis. Selanjutnya, kamu perlu membedakan target undangan dari data yang dianalisis. Pelaporan yang konsisten membuat pembaca bisa menelusuri keputusan serta batas penelitian kamu.
Butuh bantuan soal cara menentukan sampel skripsi? Konsultasikan langsung dengan tim Sisi Statistik Com lewat WhatsApp.
