Cara menentukan metode penelitian skripsi dimulai dari pertanyaan yang ingin kamu jawab dan data yang bisa diperoleh. Namun, banyak mahasiswa sudah memilih kuantitatif atau kualitatif sebelum memeriksa kedua hal tersebut. Akibatnya, rencana penelitian terlihat lengkap, tetapi sulit dijalankan saat pengumpulan data dimulai.
Kamu perlu menyusun pilihan metode secara bertahap, yaitu dari tujuan, desain, sumber data, hingga teknik analisis. Selain itu, kamu perlu menilai akses peserta, izin, dan kemampuan mengolah data. Artikel ini membantu kamu menyusun alasan pemilihan metode beserta batas kesimpulannya. Dengan demikian, kamu punya dasar yang lebih jelas saat berdiskusi dengan pembimbing.
Pahami Perbedaan Pendekatan, Desain, Pengumpulan Data, dan Analisis
Pemisahan pendekatan, desain, pengumpulan, dan analisis membantu kamu menjelaskan rencana penelitian secara utuh. Keempat komponen tersebut saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi berbeda.

| Komponen | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Pendekatan | Menentukan kerangka umum untuk menjawab pertanyaan | Kuantitatif, kualitatif, mixed methods |
| Desain | Mengatur rencana penelitian yang lebih spesifik | Survei cross-sectional, eksperimen, studi kasus |
| Teknik pengumpulan data | Menjelaskan cara memperoleh bukti | Survei dengan kuesioner, wawancara, observasi |
| Teknik analisis | Mengolah bukti untuk menjawab pertanyaan | Korelasi, regresi, thematic analysis |
Menurut panduan Research Design & Method dari Virginia Tech, desain merupakan rencana untuk menjawab pertanyaan riset. Sementara itu, metode menjelaskan strategi untuk menjalankan rencana tersebut. Pilihannya mempertimbangkan tujuan, subjek, data, waktu, serta kelebihan dan kekurangan metode.
Kuesioner merupakan instrumen pengumpulan data, sehingga menyebut kuesioner saja belum menjelaskan keseluruhan metode penelitian. Misalnya, penelitian dengan kuesioner masih membutuhkan penjelasan desain, peserta, variabel, dan analisis.
Dalam cara menentukan metode penelitian skripsi, kamu perlu menghubungkan setiap komponen dengan tujuan penelitian. Jangan berhenti pada label pendekatan atau nama instrumen. Artinya, pembaca proposal harus memahami bagaimana bukti dikumpulkan dan digunakan untuk menjawab pertanyaanmu.
Cara Menentukan Metode Penelitian Skripsi dari Rumusan Masalah
Rumusan masalah menjadi titik awal, tetapi keputusan metode masih perlu diperiksa melalui bukti yang dibutuhkan. Alur keputusan dengan pemeriksaan akses data membantu kamu menemukan rencana yang bisa dijalankan.

Tentukan pertanyaan dan tujuan penelitian
Kamu perlu menjelaskan apa yang ingin dipahami, misalnya besarnya hubungan, pengalaman peserta, atau proses berlangsungnya kegiatan. Sebelumnya, kamu bisa membaca contoh masalah penelitian untuk memperjelas persoalan yang akan diteliti.
- Tulis masalah yang spesifik beserta konteksnya.
- Tentukan tujuan, yaitu mengukur, membandingkan, memahami, atau menjelaskan.
- Tetapkan unit analisis, misalnya individu, kelas, organisasi, atau dokumen.
- Tentukan bukti yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan.
- Kemudian, periksa sumber data dan kemungkinan mengaksesnya.
| Tujuan penelitian | Bukti yang dibutuhkan | Pilihan awal pendekatan |
|---|---|---|
| Mengukur hubungan | Ukuran variabel yang dapat dibandingkan | Kuantitatif |
| Memahami pengalaman | Cerita mendalam dan konteks peserta | Kualitatif |
| Menjelaskan pola beserta alasannya | Hasil pengukuran dan penjelasan peserta | Mixed methods jika integrasi diperlukan |
Kata tanya membantu memperjelas pertanyaan, tetapi tidak cukup untuk menetapkan pendekatan. Pertanyaan “bagaimana” pun bisa membutuhkan pengukuran, tergantung tujuan dan bentuk buktinya.
Periksa bukti serta sumber data yang tersedia
Alur praktisnya yaitu pertanyaan, bukti, sumber data, pemeriksaan akses, kemudian pilihan metode awal. Jika akses tersedia, kamu bisa melanjutkan pemeriksaan kualitas data dan etika.
Namun, jika akses belum tersedia, kamu perlu mencari sumber alternatif yang tetap relevan. Jika alternatif tidak memadai, kamu sebaiknya memperbaiki cakupan pertanyaan bersama pembimbing. Jangan mengganti bukti hanya karena datanya lebih mudah diperoleh.
Memilih Pendekatan Penelitian Skripsi: Kuantitatif, Kualitatif, atau Mixed Methods
Cara menentukan metode penelitian skripsi membutuhkan kecocokan antara pertanyaan dan jenis pengetahuan yang ingin dihasilkan. Karena itu, pendekatan perlu dipilih berdasarkan kebutuhan penelitian.
Kapan pendekatan kuantitatif atau kualitatif sesuai?
Kuantitatif dapat membantu mengukur pola atau menguji hubungan, sementara itu kualitatif membantu memahami pengalaman dan konteks. Namun, perbedaan tersebut tetap bergantung pada tujuan serta desain penelitian.
| Aspek | Kuantitatif | Kualitatif | Mixed methods |
|---|---|---|---|
| Tujuan umum | Mengukur pola atau hubungan | Memahami makna dan proses | Menghubungkan pola dengan penjelasan kontekstual |
| Bentuk data | Angka hasil pengukuran | Transkrip, catatan, dokumen | Data numerik dan naratif |
| Cara pengumpulan | Survei, pengukuran, data sekunder | Wawancara, observasi, dokumen | Kombinasi yang dirancang untuk integrasi |
| Hasil yang diharapkan | Estimasi, perbandingan, hubungan | Tema, makna, penjelasan proses | Kesimpulan terintegrasi |
| Keterbatasan | Bergantung pada kualitas pengukuran dan sampling | Memerlukan pembacaan konteks dan refleksivitas | Membutuhkan sumber daya serta integrasi yang jelas |
Dalam perbandingan metodologi kuantitatif dan kualitatif, asumsi filosofis memengaruhi pengetahuan, metode, dan informasi yang sesuai. Karena itu, kamu sebaiknya menghindari aturan mutlak tentang ukuran sampel atau generalisasi.
Generalisasi kuantitatif memerlukan perhatian pada hubungan sampel dan populasi. Sementara itu, temuan kualitatif perlu dijelaskan bersama konteksnya. Kamu bisa mendalami perbedaan kuantitatif dan kualitatif sebelum menetapkan pilihan awal.
Kapan mixed methods diperlukan?
Mixed methods sesuai ketika pertanyaan membutuhkan integrasi komponen kuantitatif dan kualitatif. Misalnya, hasil survei menjadi dasar memilih peserta wawancara untuk menjelaskan pola tertentu.
Kamu perlu menjelaskan alasan kombinasi dan titik integrasinya. Tidak semua penelitian yang memakai angka dan wawancara otomatis memiliki desain mixed methods. Jadi, kedua komponen harus berkontribusi pada jawaban penelitian yang saling terhubung.
Menentukan Desain Penelitian Skripsi yang Sesuai
Desain menjelaskan rencana yang lebih spesifik, sehingga pilihanmu tidak berhenti pada label kuantitatif atau kualitatif. Pada tahap ini, cara menentukan metode penelitian skripsi mencakup pengaturan pengamatan dan batas kesimpulan.
Contoh desain yang sering digunakan
| Desain | Tujuan | Batas atau kebutuhan utama |
|---|---|---|
| Survei cross-sectional | Menggambarkan kondisi atau hubungan pada satu periode | Hubungan belum cukup membuktikan sebab-akibat |
| Eksperimen | Menilai efek perlakuan | Membutuhkan manipulasi, kontrol, dan pertimbangan etika |
| Studi kasus | Memahami kasus dalam konteksnya | Batas kasus harus jelas; temuan melekat pada konteks |
| Fenomenologi | Memahami pengalaman hidup terkait fenomena | Memerlukan peserta yang mengalami fenomena tersebut |
| Sequential explanatory | Menjelaskan hasil kuantitatif melalui tahap kualitatif | Memerlukan hubungan jelas antara kedua tahap |
Eksperimen memerlukan pertimbangan manipulasi dan kontrol, sementara itu studi kasus menekankan pemahaman kasus dalam konteksnya. Kamu perlu menyesuaikan istilah desain dengan pedoman program studi karena klasifikasinya dapat berbeda.
Batas kesimpulan yang mengikuti desain
- Cocokkan tujuan dengan kemampuan desain menjawab pertanyaan.
- Periksa kebutuhan waktu pengamatan, misalnya satu periode atau beberapa titik waktu.
- Kemudian, tentukan batas kesimpulan yang dapat didukung oleh data.
Misalnya, survei cross-sectional bisa menunjukkan hubungan durasi belajar dan nilai pada periode tertentu. Namun, urutan waktu dan faktor lain belum tentu terjelaskan melalui desain tersebut.
Kamu sebaiknya menuliskan batas kesimpulan sejak proposal. Dengan demikian, pertanyaan, desain, dan klaim hasil tetap sejalan. Jangan memakai istilah “pengaruh” sebagai jaminan bahwa penelitian sudah dapat membuktikan sebab-akibat.
Sesuaikan Pengumpulan Data dan Teknik Analisis
Pengumpulan data perlu mengikuti bukti yang dibutuhkan, sementara itu analisis harus menjawab persoalan penelitian. Karena itu, cara menentukan metode penelitian skripsi tidak dimulai dari pemilihan software.
Apakah data harus dikumpulkan melalui kuesioner?
Kuesioner tidak wajib, karena sumber data harus mengikuti pertanyaan dan desain penelitian. Kamu bisa mempertimbangkan wawancara, observasi, dokumen, atau data sekunder jika lebih sesuai.
| Pertanyaan penelitian | Bentuk data | Cara memperoleh data | Kandidat analisis |
|---|---|---|---|
| Bagaimana hubungan durasi belajar dan nilai? | Durasi dan nilai numerik | Catatan belajar dan dokumen nilai dengan izin | Korelasi atau regresi sesuai tujuan dan kondisi data |
| Apakah nilai berbeda antarkelompok? | Nilai dan kategori kelompok | Pengukuran atau dokumen akademik | Uji perbedaan sesuai struktur data dan asumsi |
| Bagaimana mahasiswa mengalami proses skripsi? | Transkrip pengalaman | Wawancara mendalam | Analisis yang sesuai tradisi fenomenologi |
| Apa pola kendala dalam suatu program? | Catatan dan narasi peserta | Observasi, wawancara, dokumen | Thematic analysis jika sesuai tujuan |
Bagaimana menentukan kandidat teknik analisis?
Untuk kuantitatif, kamu perlu memeriksa skala pengukuran, struktur data, dan asumsi teknik statistik. Misalnya, data berpasangan membutuhkan pertimbangan berbeda dari dua kelompok independen.
NIST/SEMATECH e-Handbook of Statistical Methods menyediakan rujukan metode statistik dan penerapannya. Karena itu, rujukan tersebut dapat membantu menilai teknik berdasarkan persoalan penelitian.
Untuk kualitatif, kamu perlu menjelaskan proses membaca data, melakukan coding, dan mengembangkan interpretasi. Misalnya, thematic analysis menghubungkan kode dengan pola makna untuk mengembangkan tema yang relevan.
Kamu bisa membaca penjelasan analisis data pada skripsi jika tahap analisis masih membingungkan. Selanjutnya, kamu perlu menetapkan kandidat analisis beserta kondisi penggunaannya. Jangan memilih teknik hanya karena tersedia pada software tertentu.
Periksa Kelayakan dan Siapkan Diskusi dengan Pembimbing
Kamu perlu menilai apakah penelitian bisa dijalankan, sehingga metode tidak berhenti sebagai rencana tertulis. Kriteria kemudahan berdasarkan sumber daya mahasiswa mencakup akses data, keterampilan, waktu akademik, dan tuntutan desain.
Checklist sebelum menetapkan metode
- Periksa akses peserta atau dokumen, termasuk alternatif jika akses ditolak.
- Periksa izin dan etika, yaitu persetujuan peserta serta perlindungan data.
- Sesuaikan tahap penelitian dengan waktu akademik yang tersedia.
- Nilai kemampuan analisis dan materi yang masih perlu dipelajari.
- Kemudian, cocokkan rencana dengan aturan program studi.
Dalam cara menentukan metode penelitian skripsi, kamu sebaiknya memilih rencana yang realistis dan tetap menjawab pertanyaan. Jangan memilih metode hanya karena teman memakainya atau karena dianggap paling mudah.
Ringkasan keputusan untuk dibawa ke pembimbing
Checklist alasan metode untuk diskusi pembimbing membantu kamu menyiapkan keputusan beserta dasar pemilihannya.
| Keputusan | Alasan | Bukti kelayakan | Pertanyaan yang belum terjawab |
|---|---|---|---|
| Pendekatan dan desain | Sesuai tujuan | Pertanyaan serta rancangan awal | Apakah cakupannya tepat? |
| Sumber data | Menyediakan bukti relevan | Konfirmasi akses dan rencana izin | Apa alternatifnya? |
| Kandidat analisis | Sesuai bentuk data | Pemeriksaan struktur dan keterampilan | Asumsi apa yang perlu diperiksa? |
Kamu bisa menyiapkan ringkasan pertanyaan, pendekatan, desain, sumber data, dan kandidat analisis. Jika membutuhkan pendampingan akademik, bacaan tentang jasa bimbingan skripsi, tesis, dan disertasi dapat menjadi pertimbangan.
Sementara itu, jika membutuhkan bantuan pengolahan data, kamu bisa meninjau informasi jasa olah statistika. Kamu tetap perlu memahami alasan analisis dan batas kesimpulan penelitianmu.
Contoh Cara Memilih Metode Penelitian Skripsi dan Batasannya
Contoh pilihan metode beserta batas kesimpulan berikut merupakan ilustrasi, bukan penelitian atau data nyata. Dengan demikian, kamu bisa mempelajari alasan pemilihannya tanpa memperlakukannya sebagai hasil empiris.

| Pertanyaan ilustratif | Pendekatan dan desain | Alasan | Batas kesimpulan |
|---|---|---|---|
| Apakah durasi belajar berhubungan dengan nilai? | Kuantitatif, survei cross-sectional | Membutuhkan ukuran kedua variabel | Hubungan tidak membuktikan sebab-akibat |
| Bagaimana mahasiswa mengalami pengerjaan skripsi? | Kualitatif, fenomenologi | Berfokus pada pengalaman hidup | Temuan dibaca dalam konteks peserta |
| Mengapa pola kepuasan tertentu muncul? | Mixed methods, sequential explanatory | Wawancara menjelaskan hasil survei | Kesimpulan bergantung pada kualitas integrasi |
Ilustrasi hubungan durasi belajar dan nilai
- Rumusan masalah: apakah durasi belajar berhubungan dengan nilai mahasiswa?
- Bukti: data durasi dan nilai dari mahasiswa yang sama.
- Alasan pemilihan: survei kuantitatif memungkinkan pemeriksaan hubungan pada satu periode.
- Keterbatasan: hubungan yang ditemukan belum membuktikan bahwa durasi belajar menyebabkan perubahan nilai.
Misalnya, kamu perlu menjelaskan apakah durasi berasal dari catatan harian atau ingatan peserta. Perbedaan sumber tersebut dapat memengaruhi kualitas pengukuran.
Ilustrasi pengalaman mahasiswa mengerjakan skripsi
- Rumusan masalah: bagaimana mahasiswa mengalami proses mengerjakan skripsi?
- Bukti: cerita mendalam dari peserta yang mengalami proses tersebut.
- Alasan pemilihan: fenomenologi sesuai ketika fokusnya memahami pengalaman hidup.
- Keterbatasan: temuan perlu dibaca dalam konteks peserta dan situasi penelitian.
Kamu perlu menjaga fokus pada pengalaman peserta, sementara itu analisis harus selaras dengan tradisi fenomenologi yang dipilih.
Ilustrasi survei kepuasan yang dilanjutkan wawancara
- Rumusan masalah: bagaimana tingkat kepuasan dan apa alasan di balik polanya?
- Bukti: skor kepuasan, kemudian penjelasan peserta terkait hasil survei.
- Alasan pemilihan: sequential explanatory menghubungkan tahap kuantitatif dengan tahap kualitatif berikutnya.
- Keterbatasan: kedua tahap harus terintegrasi agar kesimpulan gabungan dapat dipertanggungjawabkan.
Intinya, cara menentukan metode penelitian skripsi selalu membutuhkan hubungan jelas antara pertanyaan, bukti, dan kesimpulan.
FAQ tentang Pemilihan Metode untuk Skripsi
Skripsi saya sebaiknya menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif?
Pilihannya bergantung pada pertanyaan dan bukti yang dibutuhkan. Jika tujuanmu mengukur hubungan atau perbedaan, kuantitatif bisa dipertimbangkan. Sementara itu, kualitatif bisa sesuai untuk memahami pengalaman atau proses secara mendalam. Kamu perlu memeriksa desain dan akses data sebelum menetapkannya.
Apakah harus menggunakan kuesioner?
Tidak, karena kuesioner hanya salah satu instrumen pengumpulan data. Kamu bisa memakai wawancara, observasi, dokumen, atau data sekunder sesuai pertanyaan. Misalnya, catatan akademik dapat menyediakan nilai mahasiswa tanpa menanyakannya melalui kuesioner. Akses dan izin penggunaan data tetap perlu diperiksa.
Metode penelitian apa yang paling mudah?
Kemudahan bergantung pada akses data, keterampilan, etika, dan tuntutan desain. Misalnya, survei dapat terasa sulit jika peserta sulit dijangkau. Di sisi lain, wawancara memerlukan kemampuan menggali pengalaman dan menganalisis narasi. Kamu sebaiknya menilai pekerjaan nyata pada setiap tahap sebelum memilih.
Apa saja jenis metode penelitian skripsi yang sering digunakan?
Pada tingkat pendekatan, pilihannya mencakup kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods. Sementara itu, contoh desain mencakup survei, eksperimen, studi kasus, dan fenomenologi. Kamu perlu membedakan kedua tingkat tersebut saat menjelaskan metode. Istilah dalam proposal juga perlu mengikuti pedoman program studi.
Bagaimana cara memilih antara kualitatif dan kuantitatif?
Kamu bisa menuliskan pertanyaan dan bukti yang diperlukan terlebih dahulu. Kemudian, kamu perlu memeriksa apakah bukti tersebut berupa pengukuran, cerita mendalam, atau keduanya. Cara menentukan metode penelitian skripsi menjadi lebih terarah setelah kebutuhan bukti jelas. Label pendekatan saja belum menjelaskan rencana penelitianmu.
Kesimpulan
Cara menentukan metode penelitian skripsi berangkat dari kesesuaian pertanyaan, desain, data, dan analisis. Selain itu, akses data serta sumber daya menentukan apakah rencana bisa dijalankan. Kamu perlu menyiapkan alasan pemilihan dan batas kesimpulan sebelum berdiskusi dengan pembimbing. Dengan demikian, pilihan metode memiliki dasar yang jelas dan realistis.
Butuh bantuan soal cara menentukan metode penelitian skripsi? Konsultasikan langsung dengan tim Sisi Statistik Com lewat WhatsApp.
